Cara Efektif Menceritakan Pengalaman Kepada Orang Lain

Di beberapa media massa, kalian akan dapat membaca pengalaman yang dialami oleh beberapa orang. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Salah satunya pengalaman yang disampaikan Danu Anggara berikut ini. Perhatikan cara dia bercerita!
Menceritakan Pengalaman Pribadi

Ilustrasi Gambar

Salam Kenal Saya seorang pelajar yang menyukai pelajaran kimia. Kiranya pengalaman saya dapat menjadi inspirasi kemajuan pendidikan kimia di Indonesia. Saya belajar kimia ketika kelas satu SMA. Saya tidak tertarik dengan pelajaran itu. Saya merasa berat ketika dihadapkan pada pelajaran yang seolah-olah dikejar-kejar waktu untuk ujian. Waktu itu, saya menjalani kurikulum catur wulan. Terus terang, saya tidak mengerti mengapa saya harus belajar kimia. Akan tetapi, suatu ketika saya diutus sekolah untuk mengikuti perlombaan tingkat

Setelah itu, saya sadar bahwa saya harus belajar sendiri dari awal tentang kimia. Selama ini, saya hanya terpaku untuk mendapatkan nilai yang baik. Dalam perlombaan tersebut, saya dituntut mampu membuat suatu percobaan yang dilatarbelakangi proses kimia dan fisika. Saya mendapatkan ide untuk membuat mekanisme meletusnya gunung merapi atau dorongan vulkanik, suatu percobaan pembuatan gunung mini.

Dari pengalaman itu, saya sadar bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah, tidak dapat membantu karena selama ini saya hanya dihadapkan pada proses pengerjaan soal dan berharap mendapatkan nilai yang baik. Perlu kiranya setiap siswa yang berminat, diberi kesempatan untuk praktik di laboratorium. Sebaiknya, waktu di laboratorium lebih banyak daripada di ruang kelas. Sebelum menuju ke laboratorium, diperlukan basis yang kuat dalam pengetahuan dasar kimia. Siswa perlu membuat penelitian mandiri atau berkelompok. Setiap semester dilakukan observasi ke luar lingkungan sekolah, misalnya di lokasi penambangan dan pengambilan sampel di air sungai atau di tempat sampah.

Saya kira dari situ akan timbul kesukaan terhadap kimia dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Dengan sendirinya, siswa akan belajar kimia dengan giat, baik sendiri maupun berkelompok dengan bimbingan guru. Salam

Wacana di atas berisi pengalaman Danu Anggara dalam upaya menyenangi pelajaran kimia. Danu Anggara awalnya tidak menyenangi pelajaran kimia. Tugas dari sekolah mengharuskan dirinya mempersiapkan diri dengan belajar sendiri. Percobaannya membuat gunung berapi mini memberikan pengalaman menarik sehingga belajar kimia bagi dirinya menjadi sesuatu yang menarik. Pada akhir tulisannya, ia memberikan saran kepada sekolah dan siswa bagaimana belajar kimia yang baik.

Kalian juga dapat menceritakan pengalaman kalian. Jangan merasa ragu untuk bercerita. Bercerita adalah salah satu cara untuk melepaskan beban (jika yang ingin kalian ceritakan adalah cerita yang menyedihkan). Jika yang ingin kalian ceritakan adalah cerita yang menggembirakan, kalian dapat membagi kesenangan itu dengan teman kalian.

Bercerita secara lisan lebih mudah daripada bercerita secara tertulis. Kalian dapat mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran kalian. Akan tetapi, agar cerita yang akan kalian sampaikan dapat runtut, kalian perlu mencatat hal-hal penting yang ingin kalian ceritakan. Jika telah mencatatnya, kalian dapat mengembangkannya menjadi cerita yang urut dan runtut.

Dalam bercerita, kalian juga perlu memerhatikan ekspresi kalian. Ketika ingin menceritakan cerita yang menggembirakan, wajah kalian harus terlihat gembira. Kegembiraan itu dapat diungkapkan melalui tatapan mata atau senyum. Sebaliknya, jika menceritakan pengalaman yang menyedihkan, perlu kalian dukung dengan ungkapan wajah yang tampak sedih.

Oke sampai disini dulu pertemuan kita kali ini dan salam edukasi....Bye-bye.

Referensi Materi

A.R, Syamsuddin,dkk. Kompetensi Berbahasa Dan Sastra Indonesia. 2009. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.